Corpus Diplomaticum 1595-1799

Corpus Diplomaticum Neerlando-Indicum terdiri dari enam jilid dan diterbitkan antara tahun 1907 dan 1955 oleh Mr. J.E. Heeres dan Dr.  F. W. Stapel dari Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) dalam jurnal ilmiah ‘Bijdrage tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlands-Indië’. Jurnal tersebut berisi kumpulan kontrak dan perjanjian politik yang dibuat oleh orang Belanda di Asia dan perizinan-perizinan yang diberikan kepada mereka.

Deskripsi dokumen dan transkripsi dalam jilid-jilid tersebut pada awalnya didasarkan pada lima Buku Kontrak (Contractboeken) yang sekarang ada di gedung Nationaal Archief (Arsip Nasional) di Den Haag. Buku kontrak tersebut mulanya berasal dari kamar dagang VOC Amsterdam (empat buku) dan Middelburg (satu buku). Kontrak-kontrak tersebut mencakup dari periode prakompeni dan VOC, yaitu dari tahun 1596 sampai 1799. Selama abad kesembilan belas ada kebutuhan dan minat yang besar terhadap kontrak-kontrak itu karena kontrak tersebut bisa memperjelas hubungan antara penguasa lokal dan pemerintah di Batavia. Tetapi karena sepertinya tidak mungkin untuk memberikan ikhtisar yang lengkap, maka inisiatif-inisiatif itu tidak diteruskan. Baru pada awal abad kedua puluh dimulai lagi penyalinan kontrak-kontrak dari Buku Kontrak dan dilengkapi dengan sumber-sumber lain.

Buku Kontrak tersebut berisi salinan kontrak-kontrak yang sudah sejak abad ke-17 dikirim dari Kastel Batavia ke Republik (Belanda). Kontrak-kontrak aslinya kadang-kadang juga dikirim secara terpisah dan dapat ditemukan dalam seri arsip ‘Overgekomen brieven en papieren uit Indië’ (Surat-surat dan dokumen dari Hindia Belanda) dan juga dalam ‘Dagh-Register gehouden int Casteel Batavia’ (Register Harian yang dibuat di Kastel Batavia). Kronologi dalam Buku Kontrak yang asli tumpang tindih dan juga tidak lengkap lagi. Hal ini juga terlihat dari pengkajian terhadap seri arsip lainnya. Ditambahkan dengan kontrak-kontrak dari seri ini (terutama untuk yang abad ke-18), secara keseluruhannya menghasilkan ikhtisar yang cukup lengkap.

Terutama untuk bagian pertama dari Corpus Diplomaticum itu, Heeres meneliti arsip-arsip tersebut di Den haag, dan ia tidak meneliti arsip VOC yang masih tertinggal dalam arsip negara di Hindia-Belanda. Pada saat penulisan jilid pertama memang ada inventarisasi kontrak-kontrak dari Batavia yang dikirim ke Belanda, tetapi rupanya hal itu dianggap tidak terlalu menguntungkan waktu dan upaya kalau dengan cara seperti itu hanya untuk memasukkan beberapa kontrak saja. Dimulai dari jilid yang kedua Heeres memutuskan untuk lebih memberikan perhatian pada dokumen-dokumen yang masih ada di arsip negara, tetapi tidak jelas dengan cara bagaimana dan berapa besar jumlah yang diteliti. Dalam inventaris arsip VOC yang sekarang ada di Indonesia (Brill 2007), kita temukan rubrik ‘Verdragen en Contracten’ (Perjanjian dan Kontrak, no.inv 3595 – 3620) yang mungkin diteliti kembali untuk melihat apakah ada kemungkinan penambahan pada Corpus Diplomaticum. Tambahan yang dimaksud adalah ekstrak-ekstrak dan salinan-salinan perjanjian dan kontrak dengan berbagai raja, tetapi kadang juga berupa dokumen asli dengan terjemahan Belandanya.

Abad ke-17 dalam Corpus Diplomaticum memperlihatkan adanya kenaikan kuat kontrak-kontrak per tahun, tetapi pada awal abad ke-18 terlihat adanya penurunan yang menyolok. Di satu sisi, pada waktu itu ada lebih banyak wilayah yang telah menerima kedaulatan tak terbatas dan dengan demikian tidak diperlukan kontrak baru lagi dengan penguasa lokal. Di sisi lain, wilayah yang berada di bawah pengaruh VOC sudah menjadi begitu besar sehingga peluasan lebih lanjut tidak akan menguntungkan lagi. Politik geografis dan perdagangan VOC telah mencapai ukuran maksimum, yaitu dari Tanjung Harapan sampai ke Jepang. Kontrak-kontrak di abad ke-18 terutama dirancang untuk mengkonsolidasikan dan mempertahankan kontak dan bukan untuk meresmikan kontak baru. Aktivitas VOC di wilayah Persia bahkan sangat mengalami kemunduran sebagai akibat perang, sengketa perdagangan dan pergantian kekuasaan lokal.

Semua kontrak dalam keenam jilid Corpus Diplomaticum masing-masing dijjelaskan secara singkat dan ada dalam basis data yang gampang dicari di laman web ini. Kontrak-kontrak tersebut dikaitkan dengan pindai halaman-halaman dari Corpus Diplomaticum di mana teks lengkapnya dapat dibaca. Setiap jilid mempunyai indeks tersendiri dengan nama pribadi dan nama tempat. Dengan pengombinasian dan dalam basis data terpisah, indeks-indeks itu dapat sepenuhnya dicari dan juga dapat dikaitkan dan dipadankan dengan pindai-pindainya.

Nama-nama berikut ini adalah nama dari orang-orang yang dengan upaya dan keahlian mereka terutama telah membantu dimungkinkannya publikasi digital ini:

  • Fanada Sholihah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Semarang
  • Marco Roling, The Corts Foundation, Insinyur informasi
  • Jelle Gerbrandy, Pengembang perangkat lunak

Lanjutkan ke kontrak-kontrak pada halaman berikut: jelajahi kontrak


REFERENSI

Corpus Diplomaticum Volume 1 (1596 - 1650), Mr. J. E. Heeres, KITLV 57, 1907

Corpus Diplomaticum Volume 2 (1650 - 1675), Mr. J. E. Heeres, KITLV 87, 1931

Corpus Diplomaticum Volume 3 (1676 - 1691), Prof. Mr. J. E. Heeres, KITLV 91, 1934

Corpus Diplomaticum Volume 4 (1691 - 1725), Dr. F. W. Stapel, KITLV 93, 1935

Corpus Diplomaticum Volume 5 (1726 - 1752), Dr. F. W. Stapel, KITLV 96, 1938

Corpus Diplomaticum Volume 6 (1753 - 1799), Dr. F. W. Stapel, KITLV, 1955


PENELITIAN DATA KORPUS DIPLOMATIK

Disini Anda dapat mengunduh sekumpulan data untuk analisis dan penelitian anda sendiri. Ada tiga dokumen terpisah: Kontrak, orang-orang dan tempat.  

PENTING
Saat ini (September 2017) hanya jilid 1 sudah dipublikasikan online.  Jilid yang lain akan mengikuti bulan depan. 

Sekumpulan data kontrak v20170927:

Sekumpulan data orang v20170927:

Sekumpulan data lokasi v20170927: