Kapal Indeks

Semua nama kapal yang disebutkan dalam marginalia disusun dalam kolom terpisah. Di bagian ini, semua nama kapal diatur menurut abjad. Setiap nama kapal diikuti dengan nomor dari entri marginalia yang ada sangkut-pautnya dengan kapal bersangkutan. Ketika seorang peneliti mengklik sebuah kapal tertentu, maka pencariannya akan dihubungan pada halaman telusur. Nama kapal akan muncul dalam laman ‘Nama Kapal’.

Nama-nama kapal tidak dibakukan. Ada berbagai ejaan dan penggunaan kata ‘de’ muncul dalam daftar. Nama-nama kapal distandarisasikan dalam indeks nama-nama kapal dalam Generale Missiven

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan tabel-tabel yang terdapat dalam The Dutch East India Company’s shipping between the Netherlands and Asia 1595-1795. Ini merupakan versi digital dari J.R. Bruijn, F.S. Gaastra and I. Schöffer, Dutch-Asiatic Shipping in the 17th and 18th centuries (The Hague: Martinus Nijhoff, 1987). Pangkalan data menyajikan keseluruhan 4.722 pelayaran ke luar dan 3.359 pelayaran pulang antara Belanda dan Asia. Lihat: Historici.nl 

Catatan Harian Batavia memberikan lebih banyak informasi terkait jumlah besar data kapal Belanda ini, misalnya tentang persiapan armada yang pulang ke Belanda yang sedang berada di Selat Sunda. Catatan Harian juga memberikan ribuan daftar-daftar muatan kapal dan nilainya. Batavia merupakan pelabuhan dagang bagi para pedagang swasta yang memiliki kapal sendiri. Mereka beraktivitas dengan membawa pas atau izin berdagang. Kedatangan dan kepergian penduduk Batavia (warga bebas, orang Cina, orang Mardiker) tidak dicatat secara sistematis dalam Catatan Harian. Pencatatan kapal-kapal milik pribadi dilakukan dalam ‘passen boecken’ atau buku-buku izin berlayar. Sayang, buku-buku tersebut tidak dilestarikan. Namun demikian, ada sejumlah kapal dagang swasa yang dapat dirunut dalan daftar kapal. 

Sebagai sebuah pelabuhan dagang bertaraf internasional, Batavia menarik bagi bangsa  Inggris, Perancis, Portugis dan, pada akhir abad kedelapanbelas, kapal-kapal Amerika juga datang merapat. Catatan Harian Batavia juga mencatat kapal-kapal ‘asing’ tersebut, tetapi informasinya harus ditangani dengan hati-hati. Para komandan kapal-kapal Inggris dan Perancis tidak selalu memberikan informasi yang akurat tentang pelabuhan tempat awal mereka berlayar atau tentang tujuan mereka. Selain itu, kapal-kapal Portugis memanfaatkan Batavia sebagai pelabuhan tempat mereka singgah dalam perjalanan menuju permukiman mereka di Indonesia bagian timur yaitu Timor dan Flores dan Makau di pantai Cina Selatan.