Interaksi Asia - Europa

Dari abad keenambelas hingga kedelapanbelas, sejumlah perusahaan dagang Eropa masuk ke pasar Asia, mencari rempah-rempah yang termasyhur dari Maluku, sutra Cina, dan juga lada serta tekstil India, emas Persia dan lantakan tembaga merah Jepang. Sejarah interaksi Asia-Eropa sangat rumit dan memiliki banyak aspek. Bagian ini meninjau segi positip dan negatipnya. Menjelajahi hubungan dan kawasan baru, mengembangkan ilmu (bahasa, ilmu pengetahuan alam, geografi), alih teknologi serta hubungan diplomatik – semuanya merupakan segi-segi penting semangat globalisasi di abad tujuh belas dan delapan belas. Perjalanan serta penemuan penuh petualangan yang terjadi ketika itu menjadi inspirasi bagi imajinasi orang. Akan tetapi, arus masuk kapal-kapal perang Eropa di perairan Asia, penaklukan dan pendudukan yang disusul dengan gelombang peperangan dan konflik, semuanya merupakan sisi lain mata uang.

Kawasan Melayu dan Indonesia serta Asia pada umumnya mau tidak mau terhubungkan dalam perkembangan-perkembangan global. Dokumen-dokumen yang dipilih dalam kategori ini menyorot lebih lanjut perihal organisasi dan logisitik VOC sebagai sebuah perusahaan dagang Eropa, bersama dengan perusahaan sejenis lain. Digambarkan kegiatan operasional di perairan Asia, permukiman-permukimannya serta pendudukannya dan perhatiannya. Dalam dokumen-dokumen tersebut juga digambarkan perannya dalam perdagangan antar Asia serta penggunaan kekuatan militer Eropa serta teknologi perkapalan.

III.1 Perdagangan, Muatan dan Kontrak
Koleksi arsip VOC yang tebal di Jakarta berisi ribuan dokumen tentang perdagangan intra-Asia dan Eropa-Asia. Catatan Harian di Kastel Batavia dimaksudkan untuk mencatat semua kapal Eropa besar beserta muatannya yang masuk dan meninggalkan kota itu. Ribuan kapal kecil fluyt, pergata, kapal berlayar ganda, chialloup serta jenis kapal-kapal lain terdaftar bersama rincian muatannya. Semua kapal itu beserta daftar muatannya termasuk juga ribuan surat permohonan, tagihan, laporan dan surat-surat masih dapat ditemukan dalam kumpulan arsip tersebut. Dokumen-dokumen demikian memberikan pemahaman baru tentang arus barang dalam kegiatan perdagangan antar Asia dan Eropa-Asia.
(0 articles)
selanjutnya baca...
III.2 Kapal, Awak Kapal, Pelayaran dan Bangkai Kapal
Lazimnya, kapal-kapal Eropa beserta awaknya membuang sauh di pelabuhan-pelabuhan terkenal seperti Surat, Colombo, Nagapatnam, Melaka, Johor, Batavia, Makau, Kanton dan Nagasaki. Sementara itu, pelayaran petualangan untuk menemukan kawasan dan penduduk yang belum dikenal tetap marak dilakukan. Inggris dan Belanda, keduanya mengirim ekspedisi penjajagan ke benua Australia, seperti yang dilakukan kapal Batavia di tahun 1629 atau pergata Geelvink di tahun 1696. Penjelajah Inggris, William Dampier (1651-1715) disambut dengan penuh kecurigaan ketika tiba di Batavia dan semua laporan intel terkait keberadaannya senantiasa dipelajari dengan cermat. Terdapat sejumlah laporan yang membuka tabir kawasan yang ketika itu masih belum dikenal seperti laporan mereka yang selamat dari kapal Dampier, HMS Roebuck yang kandas di Ascension Island pada tanggal 21 Februari 1701.
(1 article)
selanjutnya baca...
III.3 Penaklukan, Benteng dan Pendudukan
Kota pertama yang ditaklukan VOC adalah kota Ambon yang dibangun bangsa Portugis di tahun 1605. Penaklukan tersebut dimungkinkan berkat bantuan yang sangat diperlukan dari raja Hitu, sebuah kerajaan kecil di pulau Ambon. Oleh karena VOC terutama adalah sebuah badan perdagangan, maka aksi pendudukan yang makan banyak biaya tidak merupakan prioritas pertamanya. Namun demikian, monopoli atas sejumlah komoditi ekspor penting dari Nusantara hanya dapat dipastikan dengan penaklukan yang melibatkan pendudukan dengan kekerasan atas pelabuhan serta pusat perdagangan penting seperti Jayakarta (Batavia) yang terletak dekat pelabuhan utama Banten, begitu pula Makassar, Banda, Jepara dan Surabaya.
(1 article)
selanjutnya baca...
III.4 Peperangan, Perlawanan dan Penentangan
Apa makna penting teknologi serta organisasi militer Barat bagi interaksi Asia-Eropa? Dibandingkan dengan peperangan dan krisis di Eropa pada abad ketujuhbelas dan kedelapanbelas, umpamanya Perang Perebutan Tahta Spanyol yang berlangsung tiga belas tahun (1701-1714), maka aksi militer serdadu-pedagang Eropa di Asia dapat dikatakan tidak berarti sama sekali. Namun oleh karena mereka memiliki peralatan militer yang jauh lebih tangguh, pengetahuan serta latihan yang juga jauh lebih mantap, maka sejumlah kecil serdadu Eropa mampu menentukan arah sebuah peperangan. Selain itu, dalam Asia yang terdiri dari negara-negara kecil yang saling berperang, maka orang selalu mungkin mendapatkan sekutu di antara para raja setempat.
(1 article)
selanjutnya baca...
III.5 Kerjasama, Hubungan dan Diplomasi
Unsur krusial lain dalam perjumpaan Asia-Eropa adalah diplomasi ritual, pertukaran hadiah, protokol militer pada kunjungan diplomatik dan pembubuhan segel pada kontrak politik dan perdagangan. Seri penting dari ratusan dokumen kontrak asli yang dibuat antara VOC dengan para penguasa Asia masih tersimpan baik di ANRI, tetapi bagian terbesarnya sudah diterbitkan oleh J.E. Heeres dalam Corpus Diplomaticum Neerlando-Indicum antara 1907 dan 1955.
(15 articles)
selanjutnya baca...
III.6 Alih Teknologi dan Ilmu Pengetahuan
Salah satu pengaruh yang berkepanjangan dalam perjumpaan Asia-Eropa adalah pertukaran pengetahuan dan teknologi. Dalam arsip kita terkadang menemukan pesanan untuk sepasang kaca mata bagi seorang penguasa atau pedagang Asia. Memanglah, kemampuan untuk membaca sangat penting untuk dapat memertahankan hidup yang produktip. Jam, bola dunia dan peta serta buku-buku cetakan semuanya merupakan bagian dari era globalisasi abad kedelapanbelas.
(0 articles)
selanjutnya baca...